Showing posts with label bebas. Show all posts
Showing posts with label bebas. Show all posts

Monday, December 26, 2016

Resensi Fim "Rudy Habibie"

A. Data Film
Judul Film: RUDY HABIBIE (HABIBIE & AINUN 2)
Sutradara: Hanung Bramantyo
Produser: Manoj Punjabi
Pemeran:
1. Reza Rahadian sebagai (Rudy Habibie)
2. Chelsea Islan
3. Indah Permatasari
4. Ernest Prakasa
5. Boris Bokir
6. Cakra Khan
7. Verdi Solaiman
8. Donny Damara
9. Dian Nitami
10. Pandji Pragiwaksono
Negara : Indonesia
Tanggal Rilis : 25 Juni 2016


B. Sinopsis
Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih akrab disebut dengan nama Rudy Habibie adalah seorang anak dari keluarga sederhana yang mempunyai cita-cita ingin membuat pesawat dan merupakan wasiat dari ayahnya untuk menjadi manfaat bagi orang lain. Namun untuk mencapai cita-citanya itu memang sulit mulai dari keuangan, waktu, dan lain-lain. Tapi Rudi bersikeras dan ia dikuliahkan di RWTH Ancheen, Jerman Barat.

Selama berkuliah, Rudy adalah mahasiswa terbaik di universitasnya hingga ia langsung loncat dari semester satu ke semester tiga. Hingga suatu ketika, Rudy dikenalkan kepada organisasi pelajar indonesia yang berada di seluruh Eropa dan belum lama ia masuk kedalam organisasi tersebut, ia menjadi ketua umum PPI dan langsung merencanakan Seminar Pembangunan Industri Dirgantara yang bertujuan untuk membangun integritas bangsa. Karena mennurutnya, Buat apa merdeka kalau tidak punya integritas.

Banyak sekali halangan dan rintangan yang Rudy hadapi demi mewujudkan proyeknya. Tetapi, Rudy selalu ditemani oleh Ilona, seorang wanita berdarah Jerman yang menyukai apa-apa yang berhubungan dengan Indonesia. Dan mereka menjadi pasangan yang serasi dan kompak melalui itu semua. Tapi, di akhir cerita hubungan mereka harus berakhir karena Rudy telah besumpah ketika ia dirawat di Rumah sakit bahwa ia akan selalu mencintai Ibu Pertiwi Indonesia. Iapun melanjutkan proyeknya dan akhirnya berhasil membangun Industri Dirgantara untuk integritas Indonesia.

C. Kelebihan
Dalam film ini, banyak sekali nnilai yang dapat kita pelajari diantaranya:
1. Kita diajarkan untuk menjadi mata air. Apabila air itu jernih, maka di sekitarnyapun akan terbawa bersih. Tapi apabila air itu keruh, maka disekitarnyapun akan mennjadi keruh.
2. Kita diajarkan untuk tetap tegar menghadapi cobaan dan rintangan yang dihadapi.
3. Kita diajarkan agar selalu memperjuangkan sesuatu yang menurut kita berguna bagi banyak orang.
4. Kita diajarkan agar selalu cinta kepada NKRI.

D. Kekurangan
1. Di dalam film ini dijelaskan bahwa Rudy habibie tidak suka diganggu oleh orang asing. Dengan kata lain, Rudi habibie dalam sosialisasi kepada orang asing sangat kurang. Padahal sosialisasi merupakan salahsatu kunci untuk membangun kerjasama dan ketentraman hidup di negara orang.
2. Di dalam film ini menampakan beberapa kali Rudy berputus asa dan ingin kembali ke Indonesia dengan posisi gagal.
E. Penilaian
Film ini sangat disarankan untuk ditonton. Karena banyak sekali pelajaran positif yang terkandung didalamnya. Dimulai dari persahabatan, percintaan, sosial, keadilan, dan kecintaan terhadap Ibu Pertiwi terkandung di dalm film ini. Semoga dengan film ini menjadi salah satu motivasi untuk menambah kualitas hidup kita sehingga tidak menjadi manusia yang hanya begitu saja tanpa ada aksi dan relasi.

Oh Pondoku


Teringat masa itu ketika aku masih berada di suatu kampung. Banyak orang memanggil tempat itu kampung damai atau dalam bahasa arab yaitu “Darussalam”. Mungkin banyak orang mengira kampung yang dimaksud adalah suatu tempat dengan banyak sekali rumah dan kepala keluarga tinggal di kampung tersebut. Tapi sebenarnya kampung ini hanya tempat tinggal para santri. Dengan kata lain tempat ini adalah sebuah pondok pesantren bernama “Darussalam”.

Darussalam tempatku bernaung dari kecil hingga dewasa. Disana aku melakukan aktivitas seperti biasanya orang di luar. Seperti mandi, mencuci, makan, tapi tidak sekedar itu. Banyak sekali pelajaran yang didapatkan dari beraktivitas tersebut. Kami diajarkan untuk mandiri, tak seperti kebanyakan orang diluar sana yang makan harus disiapkan oleh orangtua, mencuci masih oleh orangtua, disini aku belajar menanggung sendiri hal-hal tersebut. Tapi aku tak mengeluh, karna aku lakukan semua itu bersama teman-teman seperjuangan yang selalu membuatku bersemangat dalam menjalankan semua aktivitas tersebut. Semua itu membuatku semakin dewasa dengan segala keadaan.

Di pondok, aku belajar banyak hal, yang pertama adalah dalam spiritual. Tentu, pondok pesantren mengajarkan bagaimana hidup beragama islam, dimana kami saling mengingatkan dalam melakukan ibadah. Setiap pagi dan petang kami beramai mengerjakan ibadah untuk mengabdi pada allah taala. Belajar saling peduli sesama santri, menghormati kepada yang lebih tua, dan menyayangi kepada yg lebih muda.

Di pesantren, pelajaran yang kami pelajari sangat banyak. Dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu pelajaran umum dan pelajaran pondok. Untuk pelajaran umum, mungkin tidak asing lagi menjurus ke jurusan IPA dan IPS. Ada juga pelajaran pondoknya diantaranya nahwu, shorof, lughoh, balaghoh atau bisa disebut komponen-komponen berbahasa arab. Conversation, grammar, composition, reading atau disebut komponen-komponen berbahasa inggris. Kitab kuning dan akidah juga fiqh kita pelajari sebagai bekal hidup di luar nanti. Itu semua dipelajari karena setiap santri wajib memakai bahasa arab ataupun inggris di setiap aktivitasnya selama mereka ada di pondok pesantren Darussalam.
Selain spiritual, aku belajar organisasi. Di darussalam, ada organisasi yang namanya “Organisasi Pelajar Pondok Pesantren Darussalam” atau biasa kita singkat menjadi OPPD. Semacam OSIS jika di sekolah pada umumnya. Bedanya, jika di OSIS hanya mengatur beberapa kegiatan ketika di sekolah saja. Di OPPD, kita dituntut untuk bisa mengatur dan mengurus santri-santri kelas bawah untuk bisa mandiri, disiplin, dari bangun pagi hingga tidur kembali full selama 24 jam.

Dalam OPPD ada banyak bagian-bagian yang mempunyai masing-masing tugas yang berbeda. Diantaranya, yang pertama adalah Ketua OPPD atau biasa kita sebut dalam bahasa arab yaitu Rois OPPD. Yang bertanggung jawab umum terhadap seluruh bawahannya. Kemudian ada bagian Sekretaris yang tugasnya catat mencatat kejadian, surat menyurat, dan membuat laporan. Kemudian ada bagian Keamanan dan Ketertiban, yang bertugas untuk menjaga keamanan dan menegakkan disiplin setiap santri. Kemudian ada bagian Bahasa, dimana tugas dari bagian tersebut adalah mengontrol setiap santri agar selalu memakai bahasa yang telah ditentukan yaitu bahas arab dan bahasa inggris. Karna di pandoku tidak boleh ada yang berbahasa indonesia ataupun bahasa daerah. Juga masih banyak bagian yang bertanggung jawab di bidangnya seperti bagian teknisi, bagian informasi, bagian kebersihan, bagian perpusatakaan, bagian penerimaan tamu, bagian kesehatan, bagian olahraga, dan lain-lain.

Dulu aku menjadi bagian keamanan dan ketertiban. Aku dilantik menjadi bagian keamanan ketika aku duduk di bangku kelas dua Madrasah Aliyah semester 2. Dan aku menjabat selama satu tahun hingga kelas tiga semester 1. Tanggung jawab yang besar sangat diperlukan untuk menjadi bagian Keamana dan Ketertiban di pondok Darussalam. Karena, setiap apa yang kami lakukan harus menjadi contoh bagi santri yang lainnya. Juga wibawa yang tinggi harus ditampilkan kepada setiap santri agar mereka mau untuk melakukan apa yang kami arahkan. Tak hanya itu, kami juga menegakkan kedisiplinan. Apabila ada santri yang melanggar tentu kami yang mengarahkan dan kamipun yang menghukumnya. Dan akhirnya kami menjadi bagian yang paling disegani dan ditakuti oleh para santri.

Tantangan yang dihadapi oleh bagian keamanan sangatlah berat. Salah satunya adalah ketika ada santri yang melanggar, kita yang berhak dan harus menghukumnya. Caranya dengan membotaki kepalanya dan di jemur setiap siang hari di lapang basket selama 3 hari berturut-turut untuk memberikan rasa jera terhadap pelanggar, agar tidak mau mencoba untuk mengulang kembali kesalahannya. Selain itu ketika santri meminta izin pulang dengan alasan yang tidak logis. Kami juga yang berhak memberikan atau tidaknya izin untuk pulang. Karena, ketika ia izin pulang dan mendengar kabar ternyata ia tidak sampai ke rumahnya itu pasti kami yang bertanggung jawab. Sehingga kami repot mencarinya hingga sedikit mengganggu aktivitas yang harus kami laksanakan di pondok.

Aku menjabat sampai kelas tiga semester 1 karena setelahnya aku harus siap menghadapi banyak sekali ujian. Pada semester 2 aku dan teman-temanku mulai fokus untuk belajar. Karna akan banyak sekali ujian-ujian yang kami hadapi. Tak seperti sekolah pada umumnya, mungkin hanya ada Ujian Sekolah dan Ujian Nasional saja. Tapi kami masih ada ujian pondoknya seperti ujian tulis atau biasa disebut ujian tahriri. Kemudian ada ujian lisan atau disebut ujian syafahi. Juga kamipun ada ujian mengajar dan biasa disebut amaliatu tadris. Dengan fokus belajar aku yakin bisa melewati semua ujian itu dengan lancar.

Setelah semua ujian selesai mungkin jadi hari yang penuh kesedihan bagi kami. Setelah sekian lama bersama-sama makan bareng, minum bareng, tidur bareng, dan banyak sekali aktivitas yang kami lakukan penuh 24 jam bersama-sama teman seperjuangan, karena waktu perpisahan telah tiba. Saat-saat yang membuat kami akan selalu mengingat masa-masa dimana selalu senang, sedih, tertawa bersama. Karena, mungkin aku tidak akan menemukan lagi suasana seperti itu di luar sana. Dan aku menyadari betapa berharganya pembelajaran yang aku dapatkan di pondok karena semua bermanfaat dan tidak ada satupun yang merugikan ketika aku hidup di luar pondok.

Terimakasih Oh Pondokku…